Dampak Kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti Membumi Hanguskan Kapal-Kapal Pencuri Ikan Perairan Indonesia Di rasakan oleh Provinsi Bangka Belitung

royzalbaganu.com — Dalam simposium bersama Pemerintah Provinsi Bangka Belitung di kantor BKIPM Babel. Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Ibu Rina Mengutarakan Bahwa Dampak Kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti membumi hanguskan Kapal-Kapal Pencuri Ikan Perairan Indonesia Di rasakan oleh Provinsi Bangka Belitung. Karena, Thailand meminta impor ikan dari provinsi Bangka Belitung.

Bu Rina mengatakan, Selama ini Negara Thailand tidak pernah meminta ikan ke Indonesia, Tapi setelah kebijakan Bu Menteri, ternyata Thailand minta ikan jenis cumi-cumi, Ekor Kuning dan Tenggiri ke Babel.

“Ini sudah enam kali Thailand minta kirim cumi-cumi sekali kirim minimal satu kontainer 23 ton, sehingga sudah 250 ton cumi-cumi Babel di kirim ke Thailand,” kata Rina.

Rina menambahkan untuk ekspor ikan dari Provinsi Babel 2016, meningkat dua kali lipat jika dibandingkan 2015. Sedangkan pada 2017 per 15 Agustus ekspor ikan sudah mencapai 80 persen. “Pada 2014, ekspor ikan Babel 2.365.956 kg, meningkat pada 2015 menjadi 3.307.426 kg, dan pada 2016 kembali meningkat menjadi 4.490.488 kg, di 2017 hingga 15 Agustus sudah mencapai 3.313.694 kg,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rina, potensi ekspor ikan hidup Babel juga cukup besar, seperti kerapu yang volumenya terus meningkat. Rina menyebutkan, di Provinsi Bangka Belitung ada 12 perusahaan pengekspor ikan, 6 diantaranya sudah mendapatkan grade A. Dia menegaskan, untuk memenuhi standar grade A, banyak hal yang harus dibenahi dan syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan ekspor ikan di Babel untuk mencapai standar tersebut.

“Babel kualitas ekspor nya bagus, ikannya juga bagus, ini terbukti dengan tidak adanya komplain dari negara tujuan mengenai ikan Babel, tapi memang sementara ini baru 6 perusahaan yang mendapat grade A sisanya masih grade B,” ungkap dia.

Untuk itu, Rina mengajak pelaku ekspor dan nelayan menjaga kualitas ikan yang dihasilkan, baik dari segi mutu maupun lainnya. Dan untuk tidak mudah tergiur dengan pengaruh negara lain dengan penjualan bibit atau lainnya.

Sementara, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menegaskan, pihaknya akan membangun sinergi dengan BKIPM dalam menjaga mutu perikanan di Babel, juga mempertegas aturan agar jangan sampai kualitas ikan Babel menjadi jelek.
“Kami minta nanti data yang ada di BKIPM dilaporkan ke kita untuk menjadi pedoman membuat kebijakan baru. Kalau ekspor ikan hidup mulai berkembang, ketertarikan nelayan semakin kita kembangkan di Basel,” kata Erzaldi.

Kiranya ke depan tidak ada lagi pencuri ikan di laut Indonesia. atau mungkin ada kebijakan yang bisa membuat jera pencuri ikan dihukum seumur hidup sehingga tidak ada lagi pencuri ikan di Indonesia.

Terlalu sadis apabila pencuri ikan ditenggelamkan bagi para pencuri ikan Indonesia.

Demikian info tentang Dampak Kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti membumi hanguskan Kapal-Kapal Pencuri Ikan Perairan Indonesia Di rasakan oleh Provinsi Bangka Belitung , kiranya bermanfaat

 

sumber: metrotvnews.com

===========================================================================

INGIN MENGETAHUI DAN MENGGELUTI BISNIS ONLINE ?? SILAHKAN KLIK DI SINI , DENGAN MENJADI FREEMEMBER ANDA AKAN MENDAPATKAN VIDEO-VIDEO TUTORIAL GRATIS TENTANG INTERNET MARKETING AWAL MULA BISNIS ONLINE YANG AKAN DI KIRIMKAN KE ALAMAT EMAIL ANDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tekan Tombol Klik Anda Akan Terhubung Dengan WhatsApp (WA) SayaKlik